Ditujukan untuk memenuhi tugas PKn
Disusun oleh : Kelompok IV
Ø Intan Rani
Ø Syifa RM
Ø Kurnia
Ø Utin H
Ø Ifah S
Ø Susi
Ø Feti R
Ø Neng Rodiah
KEMENTERIAN AGAMA MTSN SUKAJADI
CIBALIUNG
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan
kehadirat Allah swt., karena
atas limpahan rahmat
dan karunia – Nya lah sehingga
kami dapat menyelesaikan
Makalah PKn ini
sesuai waktunya.
Kami
mencoba berusaha menyusun
makalah ini sedemikian
rupa dengan harapan
dapat membantu pembaca
dalam memahami pelajaran
PKn yang merupakan
judul dari Makalah
kami, yaitu “ASEAN
(Association of South
East Asian Nation)”. Disamping itu, kami
berharap bahwa Makalah
PKn ini dapat
dijadikan bekal pengetahuan
untuk melangkah ke
jenjang pendidikan yang
lebih tinggi lagi.
Kami
menyadari bahwa didalam
pembuatan Makalah PKn
ini masih ada
kekurangan sehingga kami
berharap saran dan
kritik dari pembaca
sekalian khususnya dari
guru mata pelajaran
PKn agar dapat
meningkatkan mutu dalam
penyajian berikutnya.
Akhir kata
kami ucapkan terima
kasih.
Penyusun
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar
…………………………………………………………............................. i
Daftar Isi
…………………………………………………………...................................... ii
Bab I Pendahuluan
1. Latar
Belakang …………………………………………............................................ 1
2. Tujuan
Penulisan………………………………………….......................................... 1
Bab II Pembahasan
1. Latar
Belakang / Sejarah
Terbentuknya ASEAN………………………….............. 2
2. Negara-Negara Anggota
ASEAN…………………………....................................... 3
3. Lambang
ASEAN……………………………………………………………………. 3
4. Tujuan
Dibentuknya
ASEAN………………………………………………….......... 4
Bab III Penutup
1. Kesimpulan…………………………………………………………………………….. 6
2. Saran…………………………………………………………………………………… 6
Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………… 7
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Adakalanya tingkah
laku binatang menjadi
inspirasi bagi manusia. Bahkan, binatang yang
kecil sekalipun, seperti semut. Suatu
waktu kamu pasti
pernah melihat sekelompok
semut mampu mengangkut
benda yang besar. Jika
hanya seekor semut
yang mengangkut benda
itu, pasti tidak kuat. Kejadian itu
menjadi contoh bagi
orang, masyarakat, bahkan negara.
Inti kejadian tersebut
adalah kegotongroyongan,
kebersamaan, atau menjalin kerja
sama. Sebuah negara kecil
dapat menjadi kuat
bila saling bekerja
sama dengan negara-negara
kecil lainnya. Contoh yang
lebih nyata adalah
negara-negara Asia Tenggara.
Karena adanya
masalah yang terjadi
di Asia Tenggara, sehingga negara-negara
yang merupakan anggota
Asia Tenggara bersatu
dan membentuk organisasi
yang dinamakan ASEAN
(Association of South
East Asian nation). ASEAN merupakan
perhimpunan bangsa-bangsa di
Asia Tenggara yang
didirikan pada tanggal
8 Agustus 1967
di Bangkok, Thailand,
melalui penandatanganan Deklarasi
Bangkok oleh Menteri
Luar Negeri Filipina, Indonesia, Thailand, Malaysia,
dan Singapura.
2. Tujuan
Tujuan pembuatan
makalah ini adalah
untuk memperluas wawasan
kita tentang hal-hal
yang dikaji dalam
makalah ini. Di mana
dalam makalah ini telah
dikaji tentang salah
satu organisasi yang
beperan dalam meningkatkan
hubungan internasional,
yaitu ASEAN (Association
Of South East
Asian Nation).
BAB II
PEMBAHASAN
1. Latar Belakang / Sejarah Terbentuknya
ASEAN
Negara-negara yang
termasuk dalam wilayah
Asia Tenggara adalah
Indonesia, Malaysia, Filiphina, Myanmar, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, Kampuchea,
dan Laos.
Letak
Asia Tenggara sangat
strategis. Kekayaan alamnya sangat
melimpah. Ini membuat bangsa
lain menjadi iri
dan ingin menguasainya. Buktinya, sejak abad
ke-15 bangsa Eropa
sudah mengacak-acak Asia
Tenggara. Spanyol, Portugis, Inggris, Prancis, Amerika Serikat, dan
Belanda ke Asia
Tenggara tidak hanya
ingin berdagang. Penjajahan bangsa
Inggris atas Malaysia, Singapura, Myanmar, dan Indonesia; Penjajahan bangsa
Spanyol dan Amerika
Serikat atas Filipina; penjajahan bangsa
Belanda atas indonesia; penjajahan bangsa
Prancis atas laos, Kampuchea, dan Vietnam; serta penjajahan
bangsa Portugis atau
Timor-Timur adalah contoh
nyata betapa besar
keinginan bangsa Eropa
dan Amerika menguasai
Asia Tenggara.
Negara-negara yang
dijajah tersebut akhirnya
dapat melepaskan diri
dari penjajahan. Mereka merasa
senasib dan memiliki
banyak persamaan.
Persamaan-persamaan tersebut menimbulkan
perasaan setia kawan. Akhirnya,
ada lima
negara di wilayah
Asia Tenggara sepakat
untuk membentuk sebuah
organisasi. Kelima negara tersebut
adalah Indonesia, malaysia,
Thailand, Singapura, dan Filipina.
Pada
tanggal 5-8 Agustus
1967 kelima negara
tersebut mengadakan pertemuan
di tepi Pantai
Bangsaem, bangkok, Thailand. Pertemuan
tersebut dihadiri oleh
lima orang yang
merupakan wakil dari
lima negara. Kelima orang
tersebut sebagai berikut.
Ø Adam Malik; Menteri Presidium
Urusan Politik/Menteri Luar
Negeri indonesia.
Ø
Tun Abdul
Razak; Wakil Perdana Menteri
Pembangunan Malaysia.
Ø
Thanat khoman; Menteri Luar
Negeri Thailand.
Ø
S. Rajaratnam;
Menteri Luar Negeri
Singapura.
Ø Narcisco Ramos, Menteri Luar
Negeri Filipina.
Pada
tanggal 8 Agustus
1967 di Bangkok, Thailand dan
melalui penandatanganan Deklarasi
Bangkok oleh Menteri Luar
Negeri Filiphina,
Indonesia,Thailand, Malaysia, dan
Singapura, maka dibentuklah sebuah
organisasi, yaitu ASEAN (Association
of South East
Asian Nation).
2. Negara-Negara Anggota
ASEAN
Mula-mula anggota
ASEAN hanya lima
negara, yaitu Indonesia,
Malaysia, Thailand, Singapura dan Filiphina. Pada tanggal
7 Januari 1984, negara
Brunei Darussalam menjadi
anggota keenam ASEAN. Selanjutnya, pada tanggal
28 Juli 1995, negara
Vietnam menjadi anggota
ketujuh ASEAN. Negara Laos
dan Myanmar menjadi
anggota kedelapan dan
kesembilan ASEAN pada
tanggal 23 Juli
1997. Kampuchea tidak mau
ketinggalan. Negara ini bergabung
menjadi anggota kesepuluh
ASEAN pada tanggal
16 Desember 1998.
Pada saat ini, kesepuluh negara
di Asia Tenggara
itulah yang menjadi
anggota ASEAN
3. Lambang
ASEAN
Seperti
halnya orgaisasi lainnya, ASEAN juga
mempunyai lambang. Adapun lambang
ASEAN yang dilukiskan
atau digambarkan sebagai
berikut.

Penjelasan mengenai
simbol tersebut, adalah :
Ø Lingkaran,
mengandung arti kesatuan
ASEAN. Dalam logo ASEAN
terdapat dua buah
lingaran, yaitu lingkaran luar
dan lingkaran dalam. Lingkaran luar
berwarna biru melambangkan
perdamaian dan stabilitas. Lingkaran dalam
berwarna putih melambangkan
kesucian dan ketulusan.
Ø
Batang padi berjumlah sepuluh, melambangkan jumlah
anggota ASEAN. Warna kuning
padi tersebut melambangkan
kemakmuran.
Ø Tulisan ASEAN
dan lingkaran lambang
berwarna biru, melambangkan persahabatan.
Ø
Warna dasar
merah, melambangkan
keteguhan dan kedinamisan.
Ø Secara keseluruhan lambang ASEAN
menggambarkan hal-hal berikut.
Solidaritas dan
kesepakatan ASEAN Keterikatan dalam
kerja sama demi
kemakmuran rakyat negara-negara
ASEAN. Setia pada perdamaian
dan stabilitas kawasan
ASEAN dan dunia
umumnya.
4.
Tujuan dibentuknya Asean
Tujuan pembentukan
ASEAN tertuang dalam
Piagam ASEAN yang
memuat hal-hal sebagai
berikut.
1)
Memelihara dan meningkatkan
perdamaian, keamanan, dan
stabilitas serta lebih
memperkuat nilai-nilai yang
berorientasi pada perdamaian
di kawasan;
2)
Meningkatkan ketahanan kawasan
dengan memajukan kerja
sama politik, keamanan, ekonomi,
dan sosial budaya
yang lebih luas;
3)
Mempertahankan Asia Tenggara
sebagai Kawasan Bebas
Senjata Nuklir dan
bebas dari semua
jenis senjata pemusnah
massal lainnya;
4)
Menjamin bahwa rakyat
dan Negara-Negara Anggota ASEAN
hidup damai dengan
dunia secara keseluruhan
di lingkungan yang
adil, demokratis, dan harmonis;
5)
Menciptakan pasar tunggal
dan basis produksi
yang stabil, makmur, sangat kompetitif, dan terintegrasi
secara ekonomis melalui
fasilitasi yang efektif
untuk perdagangan dan
investasi, yang di dalamnya
terdapat arus lalu
lintas barang, jasa-jasa dan
investasi yang bebas; terfasilitasinya pergerakan
pelaku usaha, pekerja profesional, pekerja berbakat
dan buruh; arus modal
yang lebih bebas;
6)
Mengurangi kemiskinan dan
mempersempit kesenjangan pembangunan
di ASEAN melalui
bantuan dan kerja
sama timbal balik;
7)
Memperkuat demokrasi, meningkatkan tata
kepemerintahan yang baik
dan aturan hukum, dan
memajukan serta melindungi
hak asasi manusia
dan kebebasan-kebebasan fundamental, dengan memperhatikan
hak-hak dan kewajiban-kewajiban dari
Negara-Negara Anggota ASEAN;
8)
Menanggapi secara efektif, sesuai dengan
prinsip keamanan menyeluruh, segala bentuk
ancaman, kejahatan
lintas-negara dan tantangan
lintas batas;
9)
Memajukan pembangunan berkelanjutan
untuk menjamin perlindungan
lingkungan hidup di
kawasan, sumber daya alam
yang berkelanjutan,
pelestarian warisan budaya, dan
kehidupan rakyat yang
berkualitas tinggi;
10)
Mengembangkan sumber daya
manusia melalui kerja
sama yang lebih
erat di bidang
pendidikan dan pembelajaran
dan sepanjang hayat, serta
di bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi, untuk pemberdayaan
rakyat ASEAN dan
penguatan Komunitas ASEAN;
11)
Meningkatkan kesejahteraan dan
penghidupan yang layak
bagi rakyat ASEAN melalui
penyediaan akses yang
setara terhadap peluang
pembangunan sumber daya
manusia, kesejahteraan sosial,
dan keadilan;
12)
Memperkuat erja sama
dalam membangun lingkungan
yang aman dan terjamin
bebas dari narkotika
dan obat-obat terlarang
bagi rakyat ASEAN;
13)
Memajukan ASEAN yang
berorientasi kepada rakyat yang
di dalamnya seluruh
lapisan masyarakat didorong
untuk berpartisipasi dalam, dan
memperoleh manfaat dari, proses
integrasi dan pembangunan
komunitas ASEAN;
14)
Memajukan identitas ASEAN
dengan meningkatkan kesadaran
yang lebih tinggi
akan keanekaragaman budaya
dan warisan kawasan; dan
15)
Mempertahankan sentralitas dan
peran proaktif ASEAN
sebagai kekuatan penggerak
utama dalam hubungan
dan kerja samanya
dengan para mitra eksternal
dalam arsitektur kawasan
yang terbuka, transparan,
dan inklusif.
Tujuan ASEAN
tercantum dalam Deklarasi
bangkok, yaitu :
Ø Mempercepat pertumbuhan
ekonomi, kemajuan sosial,
dan perkembangan kebudayaan
di kawasan Asia
Tenggara;
Ø
Meningkatkan perdamaian
dan stabilitas regional;
Ø Meningkatkan kerja
sama di bidang
ekonomi, sosial, teknik, ilmu
pengetahuan, dan administrasi;
Ø
Meningkatkan kerja
sama di bidang
pertanian, industri, perluasan
perdagangan, perbaikan
sarana pengangkutan dan
komunikasi, serta
peningkatan taraf hidup
rakyat;
Ø
Memelihara kerja
sama dengan
organisasi-organisasi
internasional dan regional
agar semakin mempererat
anggota ASEAN;
Secara singkat
dapat disebutkan bahwa
maksud dan tujuan
didirikannya ASEAN adalah
untuk meningkatkan kerja
sama di bidang
ekonomi, sosial, budaya, dan
politik, serta mewujudkan ketertiban
dan perdamaian di
kawasan Asia Tenggara.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
ASEAN
(Association of South
East Asian Nation)
merupakan organisasi regional
di kawasan Asia Tenggara. ASEAN didirikan
oleh bangsa-bangsa Asia
Tenggara atas dasar
persamaan nasib dan
kepentingan bersama. Lima negara
yang sepakat menjadi
pelopor membentuk ASEAN
adalah Indonesia, Malaysia,
Thailand, Singapura dan Filipina. Organisasi ini
didirikan pada tanggal
8 Agustus 1967
di Bangkok, Thailand dan
melalui penandatanganan Deklarasi
Bangkok oleh Menteri Luar
Negeri Filiphina,
Indonesia,Thailand, Malaysia, dan
Singapura.
Pada
awalnya, negara-negara
anggota ASEAN hanya
berjumlah lima, namun beberapa
tahun setelah berdirinya
ASEAN, lima negara lainnya
bergabung ke dalam
Anggota ASEAN secara
bertahap. Tujuan didirikannya ASEAN
adalah untuk meningkatkan
kerja sama di
bidang ekonomi, sosial, budaya,
dan politik, serta mewujudkan
ketertiban dan perdamaian
di kawasan Asia
Tenggara.
2. Saran
Negara kita, Indonesia merupakan
salah satu anggota
ASEAN. Untuk itu, kita harus
membantu mewujudkan cita-cita
atau tujuan dari
ASEAN itu sendiri. Karena bagaimanapun, tujuan tersebut
merupakan keinginan dari
bangsa kita sendiri.
Selain itu, sebagai
negara anggota ASEAN
yang terbesar, kita harus
lebih menunjukan patisipatif
kita dalam mewujudkan
tujuan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Budiyono.
2005. Kewarganegaraan SMA. Jakarta:
Erlangga
Tim Penyusun. 1999. Ilmu Pengetahuan
Sosial 4. Klaten: Intan Pariwara
Kartodidjo,
Sartono. 1988. Ringkasan Geografi.
Yogyakarta: Mitra Gama Widya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar